CIREBON, 19 Oktober 2026 – Puskesmas Gunungsari Kota Cirebon kembali melakukan terobosan signifikan dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik. Guna memastikan mutu pelayanan dasar kesehatan dan keselamatan pasien selalu terpantau secara ketat dan real-time, Puskesmas Gunungsari secara resmi menerapkan ekosistem tata kelola digital baru bernama SIMONJA GUNSA (Sistem Monitoring Kinerja dan Mutu Puskesmas Gunungsari).
Sebelum hadirnya aplikasi ini, proses pengumpulan data capaian mutu di lingkungan puskesmas masih dilakukan secara konvensional menggunakan rekapitulasi kertas yang terdesentralisasi di setiap unit. Metode manual ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga rentan terhadap risiko kehilangan dokumen dan lambatnya evaluasi kinerja layanan.
Kini, melalui inovasi aplikasi berbasis web SIMONJA GUNSA, seluruh pelaporan terkait Indikator Nasional Mutu (INM) maupun Indikator Mutu Prioritas Puskesmas (IMPP) dilakukan secara terpusat (single source of truth) dan 100% paperless (tanpa kertas).
Kepala Puskesmas Gunungsari, dr. Hj. Wasilah Dinijati, MH, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata kepatuhan instansi terhadap amanat transformasi teknologi kesehatan nasional serta Surat Edaran Wali Kota Cirebon mengenai Inovasi Daerah.
"Inovasi SIMONJA GUNSA adalah bentuk komitmen kami untuk mewujudkan pelayanan yang akuntabel dan transparan. Melalui dashboard analitik pada aplikasi ini, pihak manajemen puskesmas kini memiliki early warning system (sistem peringatan dini). Kami bisa mendeteksi anomali atau kendala pelayanan seketika, dan merumuskan solusi berbasis data (data-driven decision making) dengan jauh lebih cepat tanpa harus menunggu rapat bulanan," ujar Kepala Puskesmas.
Satu hal yang menjadi nilai keunggulan utama dari SIMONJA GUNSA adalah kemandirian dalam proses penciptaannya. Aplikasi ini diinisiasi dan dikembangkan sepenuhnya dari nol (in-house development) oleh sumber daya manusia internal Puskesmas Gunungsari yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam pengembangan teknologi informasi pelayanan publik.
Pengembangan mandiri ini membuktikan tingginya kepeloporan SDM aparatur di Puskesmas Gunungsari, mengingat penciptaan inovasi digital berkelas ini bernilai Rp0,- atau zero cost, sehingga sama sekali tidak menyerap ataupun membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cirebon.
Ke depan, penerapan aplikasi SIMONJA GUNSA diharapkan tidak sekadar mengefisienkan beban kerja administratif staf puskesmas, melainkan bermuara pada perlindungan pasien. Dengan terkontrolnya mutu layanan secara presisi dan sistematis, masyarakat Kota Cirebon khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gunungsari, dipastikan akan selalu mendapatkan standar pelayanan kesehatan tingkat pertama yang aman, bermutu tinggi, dan sangat responsif.
SIMONJA GUNSA menjadi bukti bahwa dengan dedikasi dan kreativitas SDM internal, birokrasi layanan dasar di tingkat akar rumput mampu bergerak lincah mendukung perwujudan visi Smart City Kota Cirebon.